Loncat ke konten
Olahraga

Disindikasikan dari TV Rakyat Induk

Unggul 2-0, AS Roma Justru Dipermalukan Manchester United! Capello: Pemain Mereka Biasa Saja

AS Roma kalah 2-3 dari Manchester United di Liga Champions setelah unggul 2-0. Fabio Capello dan Alessandro Florenzi kritik performa Giallorossi.

Kevin Maldini Yusuf 4 menit baca 7 kali dibaca
Unggul 2-0, AS Roma Justru Dipermalukan Manchester United! Capello: Pemain Mereka Biasa Saja — Olahraga

JAKARTA – AS Roma harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Manchester United dalam lanjutan Liga Champions 2026–2027 di Old Trafford, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol lebih dahulu, Giallorossi justru harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.

Kekalahan dramatis tersebut menuai kritik dari sejumlah mantan figur penting AS Roma, termasuk Fabio Capello dan Alessandro Florenzi. Keduanya menilai hasil pertandingan ini menjadi pukulan berat bagi Roma, terutama karena tim asal Italia itu sebenarnya memiliki peluang besar untuk membawa pulang kemenangan.

Roma mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan. Matias Soulé membuka keunggulan tim tamu sebelum Donyell Malen menggandakan skor sehingga Roma unggul 2-0 ketika pertandingan baru berjalan 18 menit.

Keunggulan tersebut membuat Roma terlihat mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, situasi berubah pada babak kedua setelah Manchester United mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dieksekusi Bruno Fernandes pada menit ke-58.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Konsentrasi dan organisasi permainan Roma mulai mengalami penurunan, sementara Manchester United semakin meningkatkan tekanan.

Petaka bagi Roma datang pada menit ke-83 dan ke-86. Matheus Cunha mencetak dua gol dalam waktu singkat untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan kemenangan Manchester United dengan skor 3-2.

Fabio Capello Soroti Kualitas Skuat Manchester United

Mantan pelatih AS Roma sekaligus Timnas Inggris, Fabio Capello, menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan tersebut.

Menurut Capello, kekalahan Roma terasa semakin menyakitkan karena Manchester United saat ini tidak memiliki komposisi pemain yang dianggap luar biasa. Ia menilai Roma seharusnya mampu mempertahankan keunggulan apabila bermain lebih disiplin dan tidak melakukan kesalahan mendasar.

“Skuat Manchester United yang sekarang tidak punya pemain-pemain luar biasa yang bisa membalikkan keadaan dalam sekejap. Pemain mereka biasa saja,” ujar Capello dalam wawancara dengan Sky Sport Italia.

Capello menilai kekalahan di Old Trafford tersebut lebih sulit diterima dibandingkan kekalahan Roma dari Real Madrid. Pasalnya, kualitas lawan dan jalannya pertandingan seharusnya memberikan kesempatan lebih besar bagi Roma untuk meraih hasil positif.

Alessandro Florenzi: Roma Hanya Tampil Bagus Satu Babak

Kritik juga datang dari Alessandro Florenzi. Mantan bek kanan AS Roma yang kini menjadi pundit Sky Sport Italia tersebut menyoroti inkonsistensi permainan mantan klubnya, khususnya setelah memasuki babak kedua.

Florenzi membandingkan kekalahan dari Manchester United dengan pertandingan melawan Real Madrid. Menurutnya, meskipun Roma pernah mengalami kekalahan dramatis dari Madrid, performa tim sepanjang pertandingan saat itu masih menunjukkan kualitas yang lebih baik.

“Kekalahan ini terasa jauh lebih menyakitkan ketimbang lawan Real Madrid. Saat melawan Madrid, Roma memang kebobolan tiga gol dalam tujuh menit, tetapi mereka tampil luar biasa selama 83 menit,” ungkap Florenzi.

Ia menilai penampilan Roma ketika menghadapi Manchester United tidak menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Roma hanya mampu memperlihatkan permainan terbaik selama satu babak, sebelum akhirnya kehilangan kendali pada paruh kedua.

Kebiasaan Kehilangan Keunggulan Kembali Menghantui Roma

Kekalahan dari Manchester United kembali memperlihatkan persoalan yang belakangan menghantui AS Roma, yakni kesulitan mempertahankan keunggulan ketika menghadapi tekanan lawan.

Sebelumnya, Roma pernah menyia-nyiakan keunggulan 2-0 saat menghadapi Inter Milan pada 19 September. Dalam pertandingan tersebut, Inter berhasil bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2.

Roma juga sempat mengalami situasi serupa ketika menghadapi Udinese. Meski unggul 4-0 pada menit ke-37, mereka masih kebobolan dua gol sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 5-2.

Pengalaman paling menyakitkan lainnya terjadi ketika menghadapi Real Madrid. Roma yang sempat unggul 3-1 hingga menit ke-82 harus menelan kekalahan 3-4 setelah kebobolan tiga gol dalam rentang waktu tujuh menit.

Rentetan hasil tersebut memperlihatkan adanya persoalan konsentrasi dan stabilitas pertahanan yang perlu segera dibenahi oleh tim berjuluk Giallorossi tersebut.

Manchester United Kembali Perlihatkan Tradisi Comeback

Kemenangan atas Roma juga memperpanjang catatan Manchester United sebagai salah satu tim yang memiliki sejarah kuat dalam membalikkan keadaan di Liga Champions.

Setan Merah dikenal memiliki sejumlah pengalaman comeback ketika tertinggal dua gol. Menariknya, beberapa kebangkitan dramatis tersebut terjadi ketika menghadapi klub-klub asal Italia.

Sebelum menaklukkan Roma, Manchester United pernah membalikkan keadaan saat menghadapi Atalanta pada Oktober 2021 dengan kemenangan 3-2. Mereka juga pernah mengalahkan Sporting Braga pada Oktober 2012 setelah tertinggal lebih dahulu.

Salah satu comeback paling bersejarah terjadi ketika Manchester United menghadapi Juventus pada semifinal Liga Champions 1999. Kemenangan tersebut menjadi bagian penting perjalanan mereka menuju gelar juara.

Kemenangan dramatis atas Roma kembali memperlihatkan bahwa Manchester United tetap memiliki kemampuan untuk bangkit dalam situasi sulit.

Sementara bagi AS Roma, kekalahan di Old Trafford menjadi peringatan serius. Keunggulan dua gol tidak akan berarti banyak apabila konsentrasi, kedisiplinan, dan kekuatan mental pemain tidak mampu dipertahankan hingga peluit akhir pertandingan.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.